IKLAN Google

iklanku

Selasa, 16 Desember 2008

hati-hati membeli CCTV

Tips-Tips Membeli CCTV/Panduan-panduan membeli CCTV


1. Jangan termakan iklan yang hanya menawarkan paket CCTV dan nama barangnya saja dan dijual dengan harga murah. Misalnya "4 Dome Color Camera + Adaptor + DVR recording 30 days + Instalasi". Tanpa ada keterangan lebih lanjut mengenai paket per item dari spesifikasi CCTV yang ditawarkan tersebut, karena anda akan seperti membeli kucing dalam karung, cuma tahu isinya kucing tapi tidak tahu jenisnya apa. Dan bisa saja paket yang dianggap murah tersebut sebenarnya "mahal" kalau diltinjau dari kwalitas dan spesifikasinya yang memang rendah.

2. CCTV Camera yang ditawarkan apakah 1/3"CCD image sony, Low Lux dan lebih bagus lagi SUPER HAD

3. DVR yang ditawarkan apakah compressioonnya sudah MPEG4, JPEG2000 dan networking ?

4. Berapa kapasitas Hard Disk yang diberikan penjual ? isalnya dalam paket 4 camera apakah diberikan cuma 80GB atau 160GB atau 250GB ?



Catatan tentang Paket :

1. CCTV dengan image sensor 1/4" lebih rendah dari 1/3" CCD, dan CCD Sony merupakan image sensor yang bagus dibandingkan sensor yang lain.

2. DVR compression MJPEG sudah ketinggalan teknologi apalagi DVR tanpa networking

3. Jangan percaya pada lamanya recording, karena recording bisa di setting dengan frame per second yang paling rendah dan dengan quality image low sehingga waktu recordnya menjadi lama dan hasil playbacknya menyedihkan. Misalnya anda diberi Hard Disk cuma 80GB saja. Tanyakan saja berapa besar kapasitas hard disk yang diberikan oleh penjual. Dengan logika saja, semakin besar kapasita hard disk maka masa penyimpanan makin lama. Jadi bukan patokan pada lamanya recording, melainkan besarnya kapasitas Hard Disk yang diberikan. Misalnya untuk DVR 4 Channel, 80GB sudah sangat tidak memadai lagi, untuk PC sekarang saja kapasitas itu sudah tidak memadai, apalagi untuk DVR, jadi minimal ideal adalah 160GB atau di atasnya.

4. Tanyakan merek, dan type CCTV tersebut, kemudian di search website dari merek tersebut (bukan website penjual dari CCTV, tapi produsen dari dari CCTV tersebut) nya di internet apakah ada merek tersebut dan type tersebut dan spesifikasinya sama dgn yang ditawarkan.

Catatan : Karena banyak sekali CCTV OEM yang jelek kualitasnya kemudian diberi merek sendiri, dibuat spesifikasinya tinggi, dan tentu dijual dengan harga yang murah. Dan merek adalah buatan sendiri dan spesifikasi dibuat tinggi ini merupakan trik dari penjual untuk mengelabui konsumen.

5. Sebaiknya "not china", dan banyak produk China juga mencantumkan sepec nya lebih tinggi dari sebenarnya di website mereka. Dan tidak heran dengan spec yang sama buatan China dan negara lain, anda akan mendapatkan hasil dan kualitas yang berbeda. Buatan dari China biasanya dipadukan dengan iming-iming haga miring, kualitas bagus tapi garansi tidak jelas.

6. Jika ada instalasi, perhatikan kwalitas dari Cable Coaxial sebaiknya US Standard. Cable coaxial yang jelek dengan harga rendah membuat tranmissi gambar terganngu dan tidak tahan lama. Jangan gunakan kabel RCA (biasanya tiga jalur), apalagi jarak jauh, karena kabel ini memang bukan untuk CCTV. Kabel RCA ini (biasanya 2 atau 3 kabel) dijual dengan 10, 20, 50 atau 100 meter.



DVR :

1. Teknologi compression yang terkini adalah MPEG4 (H264) dan JPEG2000. Dengan demikian MJPEG sudah ketinggalan teknologi, tetapi masih banyak dijual terutama untuk Paket.

2. DVR mengarah ke standalone (berdiri sendiri) dan DVR Card sudah mulai ditinggalkan dengan alasan :

a. Sangat tergantung kepada operating system, dan sering sekali OS tersebut mudah hang karena tidak stabil.

b. Mudah terserang oleh virus

c. Sangat tergantung kepada kemampuan PC, dan jika dioperasikan terus menerus PC cendrung menurun daya kerja dan daya tahannya. Kecuali anda membeli PC jenis server yang memang dirancang 24 jam kerja terus menerus dan harganya juga tinggi.

d. Untuk mensettingnya harus ada orang yang background dengan IT

e. PC yang telah dipasang dengan DVR Card harus spec cukup tinggi dan khusus digunakan untuk DVR Card saja, dan tidak bisa digunakan untuk keperluan lain lagi (Embedded). Dan jika dipaksakan, software lain yang dijalankan akan menjadi lamban sekali kerjanya dan bahkan hang di pc.



Sedang DVR Standalone :

1. Tidak tergantung pada operating system

2. Tidak bisa diserang virus

3. Lebih friendly user dalam setting

4. Bisa dihubungkan ke PC (tidak mutlak) dan juga ke modem ADSL jika mau dinaikkan ke internet tanpa melalui PC.

5. Dirancang untuk operasi 24 jam terus menerus.

6. Kemampuan sedikit kalah dengan DVR Card, karena DVR Card menggunakan fungsi PC sebagai alat bantu dalam menjalankan programnya.



CCTV :

1. Perhatikan CCTV spesifikasinya dengan baik, image sensor, Lux, TVL, Infra Red (jika ada).

2. Perhatikan produk dari negara mana.

3. Mengapa banyak produk CCTV harga murah, ini karena spesifikasinya sangat rendah, misalnya, CMOS, 1/4 Sharp", 350TVL, 1 Lux dan infra rednya useful lifenya hanya bertahan sekitar 1000 jam saja. Dan produk murah biasanya tidak tahan panas dan tidak bisa dioperasikan terus menerus. Jika dipaksakan, maka setelah pemakaian tiidak lama, maka warna mulai lari ke dominan merah, kuning atau hijau dan yang paling parah adalah mati. Maka produk murah tersebut biasanya tidak ada garansi, atau garansinya pendek sekitar 1 atau 3 bulan, atau garansi pada kamera tapi tidak pada kwalitas gambar (asal kamera tidak mati saja).

4. Smart dalam membeli karena misalnya untuk CCD Sony harganya bisa hampir 2 kali lipat dari yang lainnya. Maka tidak logis, anda mendapatkan CCD image yang type ini dengan harga murah.

5. Pada umumnya dipasaran ccd yang paling umum dipakai adalah jenis Sony dan Sharp, dan jika cuma ditulis 1/3" CCD image sensor, dan tidak ditulis merk CCD yg digunakan, maka dapat dipastikan CCTV tersebut tidak menggunakan Sony sebagai CCD nya.

5. CCD Sony artinya chip yang digunakan adalah dari Sony, tetapi merek CCTV yang digunakan bisa beragam, tergantung dari pabrik mana yang memproduksinya.

6. Banyak pembeli merasa it's ok saja dengan produk yang dibeli harga murah dan kwalitas juga ok, untuk mengetahui barang kwalitas bagus dan rendah tidak bisa andalkan mata saja dan melihatnya secara terpisah. tetapi harus kedua produk tersebut di display kan secara langsung sehingga terlihat jelas perbedaannya

7. Jenis CCTV yang spesifikasinya rendah, pada saat pertama dicoba (ditampilakan gambarnya), maka hasilnya juga akan terang dan bagus, tetapi dengan berlalunya waktu diinstalasi maka kwalitas gambar akan turun dan menuju ke buram.



Penjual :

1. Banyak penjual yang merobah merek, type dan spesifiakasi pada kameranya supaya menaikkan harga jual, atau pembeli merasa membeli barang murah dengan spesifikasi tinggi bagus (tinggi). Caranya adalah meminta, webiste supplier (produsen CCTV tersebut bukan website penjual dari penjual), merek, type dan spesifikasi barang yang mau dibeli, kemudian coba search di internet apakah ada merk tersebut, type tersebut dan specnya apakah sama dengan yang ditawarkan..

2. Jangan membeli dari perusahaan "dadakan", cari tahu apakah perusahaan di buku telepon atau lainnya. Karena perusahaan dadakan sejenis ini mudah hilang jika terjadi masalah dan muncul lagi dengan nama baru.

3. Perhatikan penjualnya apakah barang-barang yang dijual memang berkwalitas atau orientednya ke barang murah.

4. Apakah pembeli tersebut di dukung oleh pabrik ? Dan bisa melakukan maintenance atau service jika terjadi masalah ?

5. . Garansi berapa lama diberikan oleh penjual apakah itu merupakan garansi dari toko atau pabrik. Dan banyak kasus bahwa garansi tidak dapat diclaim karena penjual tidak lagi menjual merek yang sebelumnya dijual, sehingga hubungan dengan supplier tidak ada lagi. Karena penjual mengonta-ganti merek yang dijual asal murah dengan menyampingkan kwalitas. Dan dengan berbagai alasan menolak claim garansi yang dijanjikan.



Kesimpulan :

Harga CCTV sangat ditentukan oleh :

1. Branded, harganya sangat mahal

2. Bukan branded, tetapi spec, ccd dan kwalitasnya sebenarnya sama dengan branded.

3. Bukan branded, dan produknya dikhususkan yang type "jangkrik" dan harganya murah.

4. Brand, type dan spec nya dibikin sendiri oleh penjual, biasanya type "jangkik"

4. Buatan negara mana



Jika anda smart dalam membeli, cari lebih banyak informasi mengenai produsen CCTV tersebut dan jangan terpengaruh oleh "made in German" atau "Technology German" atau sejenisnya. Dan tidak mungkin anda mendapatkan CCTV spesifikasi tinggi dengan harga murah. Dan dari penjual anda bisa mengambil kesimpulan tentang barang yang ditawarkan.



Note :

Catatan dan Tips ini diberikan untuk menambah pengetahuan bagi orang yamg mau membeli cctv tetapi masih awam. Dan bukan ditujukan untuk menyudutkan penjual, merek ccd maupun negara tertentu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan kasih komentarnya... :